Janda Muda Yang Haus dan Pemilik Kos yang Gatal

Jessica adalah seorang Janda kaya raya yang suaminya baru saja meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya. Usianya masih muda, masih di bawah 30 tahun dan secara fisik, Jessica termasuk cantik, potongan tubuh nya pun bisa dibilang sangat molek.

Jessica tinggal di Bogor namun bekerja di Jakarta. Sejak kematian suaminya ia memutuskan Kos di wilayah Pusat Kota Jakarta agar lebih dekat dengan tempat kerja. Di kos-an itu Jessica selalu diganggu oleh para pemuda2 di sekitar yang sudah lama memendam rasa kepadanya.

Namun begitu, Jessica tidak pernah melayani pemuda2 tersebut, karena hatinya masih rindu kepada suaminya, walaupun sebenarnya di dalam hatinya terasa sangat2 kesepian..

Terlebih lagi di malam hari… Rasa kesepian di hatinya tak ada yang tahu.

Suatu malam, Jakarta terasa begitu panas. Seperti biasanya, di daerah ini suasananya memang panas dan membuat orang merasa gerah. Dia merasa kepanasan sehingga mengenakan pakaian yang sangat tipis. Bahkan hampir tanpa busana dengan pakaian lembut yang tembus pandang.

Malam itu Jessica terbangun. Dia kemudian mengikat rambut panjangnya karena merasa kepanasan, keringat membasahi lehernya yang putih itu. Dia kemudian menyalakan lampu dan meraih gelas yang disimpan di samping ranjangnya. Sayangnya, di meja itu ternyata gelas sudah kosong. Jessica kemudian berdiri. Dia berniat untuk mengambil minuman di luar kamar.

Tepat jam 1 malam saat itu, susana kost Jessica begitu sepi. Jessica kemudian berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman yang biasa disimpan dalam kulkas. Jessica mendengar seseorang berada di kamar mandi saat dia berjalan.

Saat kulkas di buka, seseorang di kamar mandi itu menutup air keran yang dibukanya. Kemudian dia berkata setengah teriak.

Siapa itu?”

Jessica kaget, dia kemudian menutup kulkas yang memancarkan cahaya ke seluruh tubuhnya. Sehingga pakaiannya yang transparan itu terlihat jelas apa yang dibungkusnya. Jessica takut orang yang berteriak itu akan membuka pintu kamar mandi. Pintu itu memang hanya berjarak beberapa meter saja dari tempatnya berdiri sekarang.

 “Saya Jessica pak. Saya ngambil air karena HAUS” Jessica berkata sambil memeluk botol air mineral yang terasa dingin itu.

“Ooh ya udah, kirain siapa. Bapak lupa tadi gak mandi sore, makanya gatal-gatal ini

Tanpa menjawab, Jessica kemudian berjalan menuju kamar mandi. Sementara itu pemilik kost melanjutkan lagi mandinya yang belum selesai itu.

***

Begitulah cerita “Janda Muda yang Haus dan Pemilik Kost yang Gatal”. Maaf jika cerita ini tidak memuaskan para pembaca, Jangan marah pula jika ada yang tertipu.

Cerita asli berasal dari blog http://tersingelisasi.blogspot.com

Politik Kantor

Politik kantor adalah hal yang biasa terjadi disetiap lingkungan kerja. Saya sendiri pun mengalami dan merasa sangat dirugikan oleh politik kantor ini. Karena-nya saya menyempatkan diri mencari dan menggali segala sesuatu tentang politik kantor agar bisa ‘survive’ menghadapi-nya.

Dimulai dari pengertian politik kantor. Menurut saya yang paling pas adalah : Kegiatan yang dilakukan untuk membuat suasana kerja di kantor menghasilkan keuntungan terbaik untuk golongan tertentu ataupun pribadi, entahkah dengan jalan yang merugikan orang lain maupun tidak. Pekerja yang melakukannya dapat menggunakan cara-cara untuk memanipulasi kelompok tertentu agar idenya mendapat dukungan (sumber: http://joyodrono-cahmabung.blogspot.com)

Lalu kenapa politik kantor bisa terjadi. Menurut kami pribadi (berdasar pengalaman) politik kantor terjadi karena :

    1. Perusahaan tidak/belum memiliki Key Performance Indicator yang bisa menunjukan kinerja setiap karyawan serta jobdesk/uraian kerja karyawan yang mungkin belum diatur secara rinci sehingga memungkinkan ‘tabrakan’ dalam pekerjaan.
    2. Karyawan yang direkrut tidak sesuai dengan keahlian dan perusahaan tidak memberikan pelatihan yang tepat. Sebagai contoh banyak perusahaan yang mengangkat supervisor sales /manager sales & marketing dari karyawan yang sebelum-nya menjadi sales. Ini tidak sepenuhnya salah, namun jika perusahaan tidak memberikan pelatihan yang tepat maka karyawan tersebut akan mengalami kesulitan karena tadinya mereka hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri sekarang mereka memiliki staff yang harus diarahkan dan dimotivasi untuk mencapai tujuan. Ketidak mampuan ini harusnya disikapi dengan memberi bekal yang tepat untuk karyawan tersebut. Atau inisiatif dari karyawan tersebut untuk membaca buku/ ikut seminar yang sesuai untuk meningkatkan performance-nya. Namun harus diakui pula bahwa butuh effort dan biaya cukup besar untuk ke-dua hal diatas. Sehingga akhirnya karyawan lebih memilih jalan pintas untuk berprestasi yaitu : Jurus 3P (PENCITRAAN, PENJILAT dan PENGHASUT).
    3. Pimpinan/Leader yang kurang peka dan mudah dipengaruhi oleh bawahan yang menggunakan Jurus 3P tadi. Pimpinan objek vital bagi para ‘pemain’ politik kantor. Dimulai dari pencitraan, mendekati pimpinan baik dengan cara yang biasa maupun menjilat sampai kemudian memberikan masukan, cerita yang belum tentu benar serta pandangan yang bias sehingga pimpinan terpengaruh. Dan tahap selanjutnya adalah tahap MENYINGKIRKAN yang tidak sependapat. Masukan/ pendapat bawahan lain akan dianggap perlawanan sedang apabila datang dari ‘pemain’ akan langsung diterima, hal ini dikarenakan pimpinan sudah gelap/tidak objektif teracuni oleh politik kantor.

Sebenar-nya ada juga hal positif dari politik kantor, misalnya kita memiliki IDE maka kita mulai menjaring dukungan dari rekan kerja, manager dan pimpinan sehingga ide diterima dan tidak ada yang dirugikan. Namun sekali lagi ‘effort’ nya besar dan orang ‘bodoh’ lebih suka jalan pintas dengan mengorbankan rekan kerja. Siapa korban-nya? Tidak penting, yang penting ‘pemain’ sampai ditujuan.

Lalu bagaimana menghindarkan politik kantor? Bagi level saya sekarang yang belum memiliki kekuasaan untuk membuat KPI dan ketentuan reward & punishment cuma ada satu cara yaitu bekerja dengan baik dan tidak membicarakan kejelekan orang/rekan kerja serta yang paling penting tidak bergosip.

Namun kalau ada pembaca blog saya yang merupakan Leader, ini saran dari www.andriewongsong.com : Pastikan Anda memiliki Key Performance Indicator yang menunjukkan kinerja setiap karyawan dan jangan toleransi tindakan indisipliner, tidak kompeten, atau rendahnya motivasi dengan senantiasa melakukan regular coaching.

WHY I’M DOING THIS!

Berharap mendapat jawaban yang aku butuhkan. Jawaban tertulis, singkat, jelas dan sederhana untuk dimengerti dan dilakukan.Itu sebabnya aku menghabiskan uang sekitar Rp 100ribu sampai dengan Rp 250ribu setiap bulan untuk membeli buku-buku.

But somehow i feel it just too easy! 

Menemukan buku yang sangat sesuai dengan masalah yang aku hadapi? Oh it just too easy! Thats The Real Wow! Akan ada banyak buku, minimal satu buku untuk setiap orang, akan ada kira2 6,5 milyard buku untuk semua orang? Hahaha… bagaimana kalau buku-nya tertukar? Bisa kacau dunia? Trus baru kepikiran nih. Siapa yang ngarang bukunya?

And i started to realize bahwa mayoritas buku ditulis ketika ‘mereka’ sudah sukses! Ditulis ketika ‘mereka’ sudah berhasil menaklukan dunia -versi mereka-. Dan selalu, selalu dan selalu mereka berbagi kesuksesan yang mereka temukan sendiri dalam jalan hidup yang unik, lalu ditulis berharap orang lain akan TER-INSPIRASI.

Nah! That’s the idea INSPIRATION. Mereka hidup dengan sangat luarbiasa, terinspirasi oleh keadaan karena mereka berpikir positif dan at the end of story mereka membagi inspirasi berharap orang lain mengalami kesuksesan yang sama bahkan lebih. ‘Mereka’ bukan memberi solusi dari permasalahan saya atau anda, tapi mereka bercerita beginilah kami menjalani hidup kami dan kami sukses!

Blog ini milik saya, dari saya dan untuk saya. Dan saya tidak perduli dengan tampilan, gaya bahasa, tema tulisan bahkan isi nya pun saya tidak perduli. Ini hanya draft, karena saya akan menulis sendiri kisah sukses saya NANTI. SEKARANG saya akan menulis apa yang saya ingin tulis dan membaca-nya. Karena saya sangat yakin saya sudah ON-TRACK di jalan kesuksesan saya. Semoga blog ini bisa mengispirasi saya sendiri.