Mario Teguh Vs Ababil 2#

 

Mario Teguh
 
Ababil : Om Mario, kenapa hidupku sulit?

MT : Saya betul-betul tidak tahu mengapa kehidupan seseorang itu menjadi sulit, seperti juga saya tidak mungkin tahu mengapa kehidupanmu sulit.

Ababil : Terus bagaimana Om?

MT : Bersabarlah, dan periksalah apakah engkau sudah memantaskan diri bagi kebaikan?

Ababil : Pantas gimana Om?

MT : Apakah engkau berdoa sebelum memulai sesuatu, apakah engkau sudah berlaku jujur, rajin belajar dan bekerja, menghormati orang tua dan menyayangi keluarga dan sesama?

Ababil : Terus kalau aku jujur dan rajin, rezekiku baik dan hidupku jadi mudah?

MT : InsyaAllah. Dengan ijin Tuhan.

Ababil : Tapi khan hidup gak semudah kata-kata Om?

Kata-kata yang mana?

Ababil : Yah itu semua.

Nasihat itu tidak pernah mudah atau sulit. Yang sulit adalah membuat diri yang biasanya malas – menjadi rajin, dan yang biasanya tidak jujur – menjadi jujur dan amanah.

Ababil : Tapi khan hidup ini gak semudah teori?

MT : Yang mana dari yang saya katakan itu teori?

Ababil : Yah itu semua.

MT : Sebagian besar yang saya katakan adalah turunan dari firman Tuhan dan kesimpulan dari orang-orang bijak yang sudah membuktikan kebaikan dalam kehidupan mereka. Apakah itu teori bagimu?

Ababil : Yah tapi khan hidup ini gak semudah mengatakan?

MT : Jadi engkau ingin hidup ini semudah bicara?

Ababil : Yah, tapi mana mungkin?

MT : Kalau begitu, bekerja itu tetap lebih baik.

Ababil : Saya sudah bekerja, tapi masih tetap miskin. Terus bagaimana?

MT : Mungkin caramu yang memerlukan perbaikan.

Ababil : Tapi hidup ini khan gak semudah omongan?

MT : Itu bukan omongan, itu nasihat.

Ababil : Yah, tapi hidup ini khan gak semudah kata-kata Om Mario?

MT : Betul.

Ababil : Jadi bagaimana Om?

MT : Teruskan saja dengan yang kau yakini, karena tidak ada gunanya apa pun selain yang kau yakini.

Ababil : Yah, Om gak pernah miskin sih?

MT : Saya dulu juga miskin, dan mungkin lebih miskin darimu, tapi saya tidak menjadikan kemiskinan saya untuk membangun kebodohan dan kesesatan sikap.

Ababil : Yah, tapi khan hidup ini gak semudah omongan Om Mario.

MT : Memang, itu sebabnya saya ingin meminjamkan kapal kepadamu?

Ababil : Untuk apa Om?

MT : Untukmu pergi ke laut aja!!!

Mario Teguh – Loving you all as always

http://murahbaguscell.blogspot.com

Mario Teguh Vs Ababil 1#

 

Ababil : Om Mario, hidup ini khan tidak semudah omongan Om Mario.
MT : He he…
 
Ababil : Lho khoq ketawa?
MT : Yah memang itu perasaanmu, masa’ saya ikut campur.
 
Ababil : Tapi benar gak itu Om?
MT : Apa?
 
Ababil : Hidup ini gak semudah omongan Om Mario.
MT : Bagi siapa?
 
Ababil : Hmm…
MT : Hayoo, tidak mudah bagi siapa?
 
Ababil : Hmmm… bagi aku kali ya?
MT : Nah itu dia. Kalau menurutmu hidup ini tak semudah bicara saya, menurutmu yang mudah menurut siapa?
 
Ababil : Hmm… kok jadinya aku kehilangan kata-kata ya?
MT : He he .. begini, hidup ini tidak mudah bagi orang yang lebih lemah daripada keharusannya.
 
Ababil : Maksudnya Om?
MT : Kalau keharusanmu lebih besar daripada kemampuanmu, engkau akan kesulitan.
 
Ababil : Terus?
MT : Yah kalau begitu, siapa pun yang bicara, engkau akan tetap merasa kehidupan ini sulit.
 
Ababil : Terus aku harus bagaimana?
MT : Terserah sepenuhnya kepadamu. Mau tumbuh dengan nasihat, atau mau menghujat nasihat sambil meneruskan cara hidup yang terbukti membuatmu susah.
 
Ababil : Yah, aku ngak suka dinasihati.
MT : Kenapa?
 
Ababil : Itu khan cuman omongan.
MT : Hmm… tidak semua omongan itu cuman. Hanya orang cuman yang omongannya cuman. Kalau orang pandai, ya omongannya pandai. Kalau orang penyayang, omongannya adalah untuk kebaikanmu.
 
Ababil : Tapi khan jalaninya sulit Om?
MT : Memang.
 
Ababil : Terus bagaimana?
MT : Jalani saja.
 
Ababil : Tapi khan sulit Om?
MT : Memang.
 
Ababil : Terus gimana?
MT : Ini khoq ngajak muter-muter? Sesuatu yang sulit itu harus kau jalani, agar menjadi lebih mudah. Kesulitan yang kau diamkan saja, akan menjadi lebih sulit.
 
Ababil : Tapi khan sulit Om?
MT : Sini sini… aku mengerti perasaanmu. Adikku, ini semua memang sulit, tapi bukan karena semuanya sulit, tapi karena engkau belum mampu.
 
Ababil : Memangnya ada yang hidupnya mudah?
MT : Hmm… kehidupan mereka sebetulnya sama sulitnya atau bahkan lebih sulit daripada kehidupanmu, tapi mereka lebih sabar, lebih cepat bertindak, tidak hanya berdoa – tapi mereka juga pekerja keras, mereka tidak suka membolos sekolah – jadi lebih tahu cara berpikir, dan mereka menghormati orang tua dan guru.
 
Ababil : Kalau aku kayak mereka juga, nanti hidupku lebih mudah?
MT : Tidak. Hidupmu akan sama sulitnya, seperti hidup Om juga, tapi kesulitannya sudah tidak terasa lagi, karena engkau menjadi lebih kuat.
 
Ababil : Jadi, kalau begitu, sebetulnya kalo aku bener-bener coba, aku bisa ya Om?
MT : Ya.
 
Ababil : Mulai kapan ya Om?
MT : Segera.
 
Ababil : Tapi gak tahu caranya?
MT : Lha yang selama ini Om-mu ini bicarakan itu apa?
 
Ababil : Ooh itu cara buat aku lebih kuat ya Om? (Garuk-garuk kepala sambil tidak tahu mau senyum apa menangis)… yah mungkin seperti itulah?!
Om khoq kelihatan sedih?
 
MT : Yah begitulah…
 
Ababil : Sabar ya Om. Aku minta maaf ya? Selama ini aku kira Om cuman hobi nyiksa anak muda pake nasihat. Ternyata Om baik juga hatinya.   
MT : He eh…
 
Ababil : OK dah, memang hidup ini tidak mudah, tapi bisa tidak terasa kesulitannya jika kita memampukan diri.
MT : Wow! Itu bahasa dewa! Super sekali!
 
Ababil : Terima kasih Om. Seharusnya Om tahu, banyak anak muda itu sebetulnya super, tapi sedang pakai wajah galau.
MT : Kenapa begitu?
 
Ababil : Galau itu sementara dan OK, tapi sukses adalah hak yang harus diupayakan!
MT : Terus saya harus bilang wow! gitu?
 
Ababil :Tidak cukup Om. Om harus bilang WOW sambil salto.
MT : He he… you are so cute. I love you.
 
Ababil :I love you too, Om. Sudah sana jalan gih Om, aku mau sibuk.
MT : He he… you remind me of myself. The best of success ya?
 
Ababil : Aamiin. Bye Om..

Kisah 3 Kaleng Coke

Ada 3 kaleng coke. Ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama di sebuah daerah Jawa Timur. Ketika tiba harinya (untuk didistribusikan), sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coke tersebut dan menuju ke tempat yang berbeda untuk dijual.

Pemberhentian pertama adalah sebuah mini market lokal. Kaleng pertama diturunkan di sini. Lalu, dipajang di rak bersama dengan kaleng minuman ringan lainnya. Ia diberi harga Rp.4.000

Pemberhentian kedua adalah sebuh pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp.7.500

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng ketiga diturunkan di sana. Tapi, ia tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Ia disimpan baik-baik, dan hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang memesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Kemudian, ia disajikan dengan rapi di atas baki. Pelayan hotel akan membuka kaleng coke itu, menuangkannya ke dalam gelas, dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp 40.000

Sekarang, pertanyaannya adalah: “Mengapa ketiga kaleng minuman ringan tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?

Lingkungan kita mencerminkan harga kita. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila kita berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan potensi/hal terbaik dari diri kita, maka kita akan menjadi cemerlang. Tapi bila kita berada di lingkungan yang mengerdilkan diri kita, maka kita juga akan menjadi kerdil.

Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA!

Sumber