Mario Teguh Vs Ababil 1#

 

Ababil : Om Mario, hidup ini khan tidak semudah omongan Om Mario.
MT : He he…
 
Ababil : Lho khoq ketawa?
MT : Yah memang itu perasaanmu, masa’ saya ikut campur.
 
Ababil : Tapi benar gak itu Om?
MT : Apa?
 
Ababil : Hidup ini gak semudah omongan Om Mario.
MT : Bagi siapa?
 
Ababil : Hmm…
MT : Hayoo, tidak mudah bagi siapa?
 
Ababil : Hmmm… bagi aku kali ya?
MT : Nah itu dia. Kalau menurutmu hidup ini tak semudah bicara saya, menurutmu yang mudah menurut siapa?
 
Ababil : Hmm… kok jadinya aku kehilangan kata-kata ya?
MT : He he .. begini, hidup ini tidak mudah bagi orang yang lebih lemah daripada keharusannya.
 
Ababil : Maksudnya Om?
MT : Kalau keharusanmu lebih besar daripada kemampuanmu, engkau akan kesulitan.
 
Ababil : Terus?
MT : Yah kalau begitu, siapa pun yang bicara, engkau akan tetap merasa kehidupan ini sulit.
 
Ababil : Terus aku harus bagaimana?
MT : Terserah sepenuhnya kepadamu. Mau tumbuh dengan nasihat, atau mau menghujat nasihat sambil meneruskan cara hidup yang terbukti membuatmu susah.
 
Ababil : Yah, aku ngak suka dinasihati.
MT : Kenapa?
 
Ababil : Itu khan cuman omongan.
MT : Hmm… tidak semua omongan itu cuman. Hanya orang cuman yang omongannya cuman. Kalau orang pandai, ya omongannya pandai. Kalau orang penyayang, omongannya adalah untuk kebaikanmu.
 
Ababil : Tapi khan jalaninya sulit Om?
MT : Memang.
 
Ababil : Terus bagaimana?
MT : Jalani saja.
 
Ababil : Tapi khan sulit Om?
MT : Memang.
 
Ababil : Terus gimana?
MT : Ini khoq ngajak muter-muter? Sesuatu yang sulit itu harus kau jalani, agar menjadi lebih mudah. Kesulitan yang kau diamkan saja, akan menjadi lebih sulit.
 
Ababil : Tapi khan sulit Om?
MT : Sini sini… aku mengerti perasaanmu. Adikku, ini semua memang sulit, tapi bukan karena semuanya sulit, tapi karena engkau belum mampu.
 
Ababil : Memangnya ada yang hidupnya mudah?
MT : Hmm… kehidupan mereka sebetulnya sama sulitnya atau bahkan lebih sulit daripada kehidupanmu, tapi mereka lebih sabar, lebih cepat bertindak, tidak hanya berdoa – tapi mereka juga pekerja keras, mereka tidak suka membolos sekolah – jadi lebih tahu cara berpikir, dan mereka menghormati orang tua dan guru.
 
Ababil : Kalau aku kayak mereka juga, nanti hidupku lebih mudah?
MT : Tidak. Hidupmu akan sama sulitnya, seperti hidup Om juga, tapi kesulitannya sudah tidak terasa lagi, karena engkau menjadi lebih kuat.
 
Ababil : Jadi, kalau begitu, sebetulnya kalo aku bener-bener coba, aku bisa ya Om?
MT : Ya.
 
Ababil : Mulai kapan ya Om?
MT : Segera.
 
Ababil : Tapi gak tahu caranya?
MT : Lha yang selama ini Om-mu ini bicarakan itu apa?
 
Ababil : Ooh itu cara buat aku lebih kuat ya Om? (Garuk-garuk kepala sambil tidak tahu mau senyum apa menangis)… yah mungkin seperti itulah?!
Om khoq kelihatan sedih?
 
MT : Yah begitulah…
 
Ababil : Sabar ya Om. Aku minta maaf ya? Selama ini aku kira Om cuman hobi nyiksa anak muda pake nasihat. Ternyata Om baik juga hatinya.   
MT : He eh…
 
Ababil : OK dah, memang hidup ini tidak mudah, tapi bisa tidak terasa kesulitannya jika kita memampukan diri.
MT : Wow! Itu bahasa dewa! Super sekali!
 
Ababil : Terima kasih Om. Seharusnya Om tahu, banyak anak muda itu sebetulnya super, tapi sedang pakai wajah galau.
MT : Kenapa begitu?
 
Ababil : Galau itu sementara dan OK, tapi sukses adalah hak yang harus diupayakan!
MT : Terus saya harus bilang wow! gitu?
 
Ababil :Tidak cukup Om. Om harus bilang WOW sambil salto.
MT : He he… you are so cute. I love you.
 
Ababil :I love you too, Om. Sudah sana jalan gih Om, aku mau sibuk.
MT : He he… you remind me of myself. The best of success ya?
 
Ababil : Aamiin. Bye Om..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *